Al Qur'an berbicara tentang Etika Berbangsa dan Pemerintahan serta perpecahan akibat Hoaxs/fitnah


Assalamu'alaikum sobat onoda kun. kali ini mari kita sedikit membahas tentang Al Qur'an berbisara mengenai etika berbangsa dan pemerintahan serta tanggapan Al qur'an mengenai peprecahan yang di akibatkan hoaxs/fitnah
Bangsa atau pemerintahan adalah suatu wadah bagi bermacam varietas individu, kaum-kaum, maupun suku-suku untuk bersatu hidup bersama dengan tujuan mencapai tujuannya dari kesepakatan bersama. Dalam sistem berbangsa dan pemerintahan pasti menganut sistem kekuasaan, entah itu kekuasaan legislatif, eksekutif, yudikatif atau kekuasaan presidensil atau kekuasaan demokrasi, tapi sebenarnya kekuasaan dalam pemerintahan atau bangsa ini merupakan kehendak atau anugerah dari Allah SWT
قُلِ اللّٰہُمَّ مٰلِکَ الۡمُلۡکِ تُؤۡتِی الۡمُلۡکَ مَنۡ تَشَآءُ وَ تَنۡزِعُ الۡمُلۡکَ مِمَّنۡ تَشَآءُ ۫ وَ تُعِزُّ مَنۡ تَشَآءُ وَ تُذِلُّ مَنۡ تَشَآءُ ؕ بِیَدِکَ الۡخَیۡرُ ؕ اِنَّکَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ
“Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Ali Imran : 26)

Bangsa dan pemerintahan harus dipimping oleh seorang pemimpin, dalam agama Islam juga mengcakup sistem politik yang tertuang dalam Al Quran. Islam mengajarkan agar memilih pemimpin yang beriman, karena pemimpin beriman akan memegang amanah dari umat yang memilihnya
لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” (Q.S. ali Imran : 28)
Dalam urusan politik berbangsa dan pemerintahan seorang pemimpin harus bersikat lemah lembut dan tegas. Serta untuk mencapai tujuan bersama dalam berbangsa dan pemerintahannya, semua permasalahan harus dimusyawarahkan bersama untuk mencapai kesepakatan bersama.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Q.S. Ali Imran : 159)
Lantas bagaimana islam mengajarkan etika berbangsa dan pemerintahan jika mendapati pemimpin-pemimpin orang kafir yang ingkar terhadap janjinya dan berperilaku zdolim? Islam mengajarkan untuk memeranginya, baik secara fisik maupun materiil.
وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ
“Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.” (Q.S. At Taubah : 12)
Dalam kehidupan berbangsa, islam mengajarkan untuk saling bertoleransi, jangan saling olok-mengolok satu sama lain, karena dalam berbangsa terdapat berbagai macam kaum dan suku yang berbeda beda.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al Hujarat : 11)
Dan sekarang ini suatu masalah yang dihadapi Negara adalah perpecahan atau permusuhan sesama saudara yang disebabkan oleh hoaxs/fitnah, jauh sebelum kata Hoaxs terdengar samapai ke telinga kita saat ini, Al Quran telah memperingatkan manusia untuk berhati hati dengan hoaxs/fitnah ini karena sangat berbayaha, hoaxs/fitnah sesungguhnya adalah pemutus rantai kesatuan dan persatuan bangsa, haoxs/fitnah sejatinya adalah salah satu pembunuh berdarah dingin suatu bangsa yang harus diwaspadai
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q.S. Al Hujarat : 6)
Begitulah sedikit tentang etika berbangsa dan bernegara yang diajarkan islam dan tanggapan al Quran tentang hoax/fitnah, masih banyak lagi islam membahas tentang politik dan bernegara dalam Al Qur'an dan hadists yang belum sempat admin onoda kun sebutkan, mudah mudahan lain waktu admin dapat terus eksis membagiakan suatu pemahaman kecil lainnya,

apabila ada kesalahan mohon dimaafkan. karna kesalahan datangnya dari saya dan kesempurnaan hanyalah milik allah wabilahitaufikwalhidayah wassalamualaikum wr.wb.

Sumber : Al Qur'an

Komentar

Postingan Populer