Indonesia, Negara dengan Risiko Serangan Dunia Maya Tertinggi
Perkembangan teknologi informasi yang terjadi telah
mencapai pada titik puncak-nya. Hal ini dapat dilihat dengan semakin
berkembang pesatnya fitur-fitur yang terdapat dalam teknologi digital,
terutama teknologi berbasis internet yang membuat "dunia" semakin
mengecil dan menyempit dengan seiringnya berkembangnya teknologi.
Kemajuan
teknologi dapat membuat kita semakin mudah untuk mengakses
informasi-informasi yang kita butuhkan cukup dengan satu sentuhan jari
saja. Contohnya perkembangan handphone sekarang mengakibatkan teknologi
handphone menjadi teknologi smartphone (telpon pintar), kecanggihan
teknologi smartphone (telpon pintar) dilengkapi berbagai macam
fitur-fitur yang memungkinkan seseorang dapat bertransaksi bisnis lebih
mudah cukup sentuhan jari tanpa bersusah-payah mengantri di bank.
Kecanggihan
lainya misalnya seseorang dapat membaca dan mengakses berbagai macam
berita tanpa harus keluar rumah atau bangun dari tempat tidur. Bahkan
saat ini, teknologi smartphone telah dilengkapi dengan bebagai
fitur-fituryang dapat digunakan untuk mengakses berbagai jejaring sosial
sehingga mempermudah penggunanya untuk berinteraksi dengan masyarakat
lainnya, untuk saling bertukar informasi, kabar berita,foto-foto dan
bahkan sering juga digunakan untuk berbisnis secara online.
Semua
barbagai macam kemajuan yang dimiliki teknologi smartphone yang dapat
mengakses cepat di dunia maya ini, secara perlahan namun pasti telah
mengubah prilaku baik perorangan maupun masyarakat kita pada umumnya.
Perkembangan
teknologi informasi informasi dan komunikasi telah menyebabkan hubungan
dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyababkan perubahan
sosial,ekonomi dan budaya masyarakat secara signifikasi berlangsung
demikian cepat.
Selain itu, dengan perkembangan arus informasi
memberikan dampak positif bagi masyarakat tetapi disisi lain
perkembangan teknologi informasi ini memiliki dampak negatif bagi
masyarakat yang timbul ketika terjadi kesalahan yang ditimbukan oleh
piranti komputer yang akan mengakibatkan kerugian besar bagi pengguna
atau pihak-pihak yang berkepentingan.
Kesalahan yang disengaja
mengarah kepada penyalahan gunaan komputer, sehingga berpotensi untuk
menggunakan media komputer dan internet untuk melakukan berbagai aksi
kejahatan (cyber crime).
Berbagai macam aksi kejahatan tersebut
dimulai dari skala yang ringan hingga yang terberat. Sebagaimana yang
dikemukakan oleh Dimitri Mahayana (2015) direktur dari lembaga riset
Telematika Sharing Vision yang melakukan penelitian 2013, mengatakan
Indonesia bisa mendapat 42.000 serangan di dunia maya per hari.
Hal
ini cenderung meningkat dari hari-kehari. Tingkat kejahatan dunia maya
di Indonesia saat ini mengkhawatirkan menempatkan Indonesia sebagai
urutan satu negara yang paling banyak mendapatkan serangan di dunia
maya, menurut data yang muncul dalam acara Indonesia Cyber Crime Summit
di Institut Teknologi Bandung (ITB). Contoh kasus pasa tahun 2015
"Tercatat 64 warga negara Taiwan-Tiongkok yang melancarkan operasi
penipuan sibernetika (cybercrime) di Indonesia, akhirnya dideportasi".
Sudah
seharusnya negara sedini mungkin mengupayakan perlindungan kepada
masyarakat luas, mengingat Indonesia sebagai negara yang besar, yang
memungkinkan masyarakatnya sebagian besar adalah pengguna dunia maya
termasuk pemerintah di dalamnya.
Oleh sebab itu, sebagai salah
satu bentuk upaya perlindungan, sudah seharusnya pemerintah sebagai
pemegang kebijakan memiliki jaringan-jaringan pengaman yang "canggih"
untuk sesegera mungkin dapat menghentikan atau paling tidak dapat
meminimalisir terjadinya atau mencegah kemungkinan timbulnya aksi-aksi
kejahatan di dunia maya tersebut.
Komentar
Posting Komentar